Rabu, 10 April 2013

Bursa OTO TVRI



Bursa OTO TVRI Jogja, merupakan salah satu event yang digelar setiap weekend (minggu) di halaman TVRI. Berbagai jenis merk bisa kita temukan di sini, baik mobil dengan merk lama hingga merk baru. Sebut saja mobil-mobil lama dijual pada kisaran 30 jutaan, mobil merk Honda Jazz yang dijual kisaran 125 jutaan, mobil BMW dengan harga yang cukup fantastis mencapai 300 jutaan. Umumnya yang dijual di sini, mobil-mobil bekas yang layak pakai untuk dijual kembali kepada pembeli.
Ketika menelusuri Bursa OTO ini tak sekedar akses untuk jual beli mobil, bisa dikatakan sebagai “wisata alternatif” bersama keluarga, kerabat, maupun teman. Ini terbukti, bila kita masuk ke wilayah blok C atau D, akan ditemukan jejeran penjual penjaja makanan, warung, di situ pula beberapa gerombolan keluarga sedang asyik menikmati liburan di tempat ini. Tidak sekedar adam saja yang menikmati ini, kaum hawa pun tak mau kalah.
Lalu, apa saja syarat bila kita ingin menjual mobil di tempat ini? Cukup mudah, hanya mendaftarkan diri di pintu masuk gerbang TVRI dengan membayar sebesar Rp 20.000,00 saja, sudah mendapatkan karcis dan kertas yang dipergunakan untuk keterangan transaksi mobil. Kertas tersebut biasa dipakai untuk menyebutkan jenis merk yang dijual, kondisi, harga, dan no telp yang bisa dihubungi. Tak perlu repot lagi, jika memang tertarik bisa langsung menghubungi CP yang tertera di kertas tersebut.
Antusiasme baik para penjual maupun pembeli sangat terlihat jelas. Tak sedikit diantara mereka membersihkan mobilnya biar kelihatan “kinclong” di mata pembeli. Ketersediaan lahan yang terbatas, membuat mobil membludak di luar TVRI. Ini menjadi bukti bahwa penjual maupun peminat mobil bekas mendapatkan perhatian yang cukup besar.
Tak hanya itu, kemudahan-kemudahan lain bisa kita nikmati dalam berproses jual beli mobil bekas di sini. Seperti adanya kerjasama dari bank BRI, berniaga.com hingga sinarmas proses pembelian bisa dilakukan dengan cicilan. Seperti misalnya, sinarmas menawarkan untuk mobil-mobil yang berlabel sinarmas, hanya dengan DP 30% saja sudah bisa membawa pulang mobil. Pembeli juga tak repot-repot ada cicilan melalui bank BRI yang tersedia di pintu masuk ke block C dan D TVRI. Keramahtamahan dari para SPG dari berniaga.com pun turut mewarnai bursa oto kali ini.
Beberapa waktu lalu, tepatnya tahun 2004, bursa oto ini pernah meraih rekor muri karena besarnya jumlah penjual mobil bekas yang mencapai 900 unit. Dalam setiap pekannya, setidaknya 20an mobil bisa terjual. Tak sedikit pula dari dealer-dealer mobil mengikuti event ini mengeluarkan mobil bekas andalannya. Bisa dilihat pada sisi utara, beberapa dealer seakan tak mau kalah untuk ikut berjualan.
Read More

Kekerasan Anak, Bentuk Rapuhnya Moralitas Bangsa



Persoalan kekerasan masih menjadi masalah yang dominan di negeri ini. Belum genap maraknya aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama, kini giliran anak menjadi target bejat dari para orang tua juga lingkungannya. Kekerasan terhadap anak bisa berupa fisik, psikologi hingga seksualitas yang menjadi puncak aksi kejahatan bejat oleh orang tua atau lingkungannya. Kondisi anak yang rentan memudahkan tindakan kekerasan dilakukan.
Mengutip dari replublika.co.id (9 Maret 2013), kekerasan dari tiap tahunnya terus meningkat. Sebut saja, tahun 2011 mencapai angka 2509. Tahun 2012 angka tersebut melejit hingga 2637. Diprediksi, tahun ini kekerasan terhadap anak akan terus meningkat. Sebanyak 62% diantaranya, didominasi oleh kekerasan seksual. Hal ini juga diperparah dengan lemahnya UU terhadap perlindangan anak masih belum mampu mengcover segelintir persoalan aksi kekerasan yang masih tumpang tindih karena sulitnya mengawasi pola dan literatur budaya pengajaran terhadap anak.
Krisis moralitas
Kekerasan yang terjadi selama ini menjadi indikasi krisisnya moralitas di negeri. Bagaiamana tidak, orang tua yang semestinya bisa menjadi panutan, tercoreng dengan perlakuan oknum kebiadaban orang tua. Lingkungan yang semestinya menjadi sarana interaksi anak dalam pertumbuhan, berbalik menjadi jurang bahaya tindak kekerasan. Sebagai contoh yang dialami Vina (5), seorang anak yang tewas dianiaya ibunya di desa Curug, Cibinong dengan cara ditampar dan didorong hingga kepalanya tebentur dan tewas seketika pertengahan maret silam. Kasus lain, kisah kekerasan seksual yang menimpa ZC anak berusia 9 tahun harus menanggung beban kebiadaban ayah kandungnya sendiri.
Moral dipertaruhkan hanya untuk memperoleh kesenangan sesaat, buah pelampiasan kemarahan semata, hingga ajang balas dendam. Rapuhnya akhlak, lemahnya iman segala bentuk perbuatan keji, mampu mengubah segalanya menjadi mudah. Hawa nafsu tak bisa ditekan, amarah dan dendam tak bisa dikendalikan, anak sering menjadi objek percobaan pelampiasan tersebut. Akibatnya, tidak hanya efek fisik tetapi juga psikologis. Trauma, bentuk salah satu dampak yang paling dominan. Anak menjadi takut kepada orang tua, guru juga tak mau bergaul dengan lingkungannya karena terhambat oleh lingkungan yang dianggap “keras”. Tak bisa dipungkiri pula, anak sebagai generasi bangsa akan hancur bila di masa transisi pertumbuhannya harus  mengalami kepentingan sepele. Hal tersebut juga ditunjang dengan rapuhnya sendi-sendi psikologis anak, anak lebih peka untuk mengikuti segala bentuk apa yang di lingkungannya, masih belum mengenal jauh apa itu konteks “baik” dan “buruk”.
Persoalan global
Kekerasan, bukanlah persoalan yang mudah untuk dicari solusinya. Tentu, hal ini persoalan global yang harus dituntaskan. Mengingat asal mula kekerasaan bertolak dari orang tua dan lingkungannya, maka peran kerabat dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam meniminalisir aksi tindak kejahatan anak.[]

Read More