Minggu, 08 Desember 2019

Fakta Menarik di Balik Gerhana Matahari Cincin



Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2020. Di penghujung tahun 2019 ini, ada fenomena menarik yang tentunya sangat disayangkan jika kita lewatkan. Di wilayah Indonesia pada khususnya Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur akan dilewati Gerhana Matahari Cincin. Berbeda dengan kejadian matahari total yang terjadi 9 Maret 2016 silam, gerhana ini jika menurut seri Saros 132 mengatakan baru tampil kembali di Indonesia setelah 54 tahun silam terjadi pada 23 November 1965.
Fenomena langka ini tentu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk melihat secara langsung. Gerhana matahari cincin ini akan terjadi pada tanggal 26 Desember 2019, tepat sehari setelah Hari Raya Natal.
Menurut LAPAN, Gerhana Matari Cincin tersebut dapat dilihat dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
- Awal Gerhana Sebagian: 10.23 WIB
- Awal Gerhana Cincin: 12.16 WIB
- Puncak Gerhana: 12.18 WIB
- Akhir Gerhana: 12.20 WIB
- Akhir Gerhana Sebagian: 14.15 WIB

Salah satu tempat terbaik untuk menikmati fenomena tersebut bisa dilihat di Kampung Bunsur, Kabupaten Siak. Fase puncak akan terjadi pada pukul 12.15 WIB dan berakhir pada pukul 12.19 WIB.

Sementara itu, menurut pengamatan dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. Oman Faturrahman, SW menyampaikan gerhana matahari dapat dilihat di berbagai daerah diantaranya:
Singkil: 10:10:28 - 13:59:36 WIB
Sibolga: 10:13:12 - 14:03:03 WIB
Padang Sidempuan: 10:14:38 - 14:04:43 WIB
Sontang: 10:18:40 - 14:09:32 WIB
Batam: 10:27:47 - 14:19:00 WIB
Singkawang: 10:43:46 - 14:31:28 WIB
Umbit: 12:14:04 - 15:47:17 WITA
Adapun tahapan-tahapan dapat dilihat sebagai berikut:
- Gerhana Sebagian Mulai : 09:29:44 WIB
- Gerhana Cincin Mulai : 10:34:24 WIB
- Tengah Gerhana : 12:17:36 WIB
- Gerhana Cincin Berakhir : 14:00:54 WIB
- Gerhana Sebagian Berakhir : 15:05:35 WIB

Untuk dapat menyaksikan gerhana matahari tersebut baik secara langsung maupun menggunakan teleskop tidak sembarangan harus dibantu dengan kacamata filter khusus atau filter khusus teleskop agar tidak merusak mata di samping radiasi matahari yang berbahaya. Untuk mendapatkan kacamata atau filter tersebut dapat dibeli dan dijual secara bebas, namun harus diperhatikan bahwa filter harus memiliki standar khusus yang sudah diuji dan dipertanggungjawabkan. Untuk daerah Jogja dan sekitarnya bisa memecan kacamata melalui kontak di bawah ini.



Read More

Minggu, 06 Oktober 2019

Hitam Putih Sekat Pembawa Petaka



Aku berkulit hitam, bukan orang Papua apalagi Minang. Suku jawa tulen ada dalam naluri kehidupanku. Kadang orang memandang sebelah mata bahwa orang berkulit hitam memiliki kesan dekil, kumuh, jelek, kurang menarik untuk dipandang. Orang yang memandang demikian, menganggap mereka adalah bagian dari sempurna karena merasa berkulit bersih dan putih, wajah yang rupawan, menarik untuk diperhatikan. Rasa acuh yang kumiliki lantas menjadi pedang untuk menebas kata itu. Meskipun terkadang, rasa sakit datang menerpa dengan melemparkan kata-kata pedas tiada henti. Rasa dendam dan amarah selalu kucoba untuk diredam, meski harus terpaksa. Cara keras juga tak akan menyelesaikan perkara, justru akan membawa petaka baru.
Barangkali perasaan yang demikian juga dialami oleh kawan-kawan dari Papua. Belakangan ini, media memberitakan persoalan sara yang menerpa diri mereka. Dimulai dari persoalan pembuangan bendera sang saka merah putih di selokan di kala jelang kemerdekaan ke-74 ini, membuat geram masyarakat untuk menindaknya. Persoalan tersebut kemudian memuncak saat berita hoax menghampiri mereka sehingga memperkeruh suasana. Alhasil, fasilitas umum dirusak, para pendatang dan warga pribumi saling bersiteru, pembunuhan massal pun terjadi. Fenomena demikian lantas menjadi pukulan berat bagi kedewasaan bangsa ini untuk dapat bersikap bijaksana dalam menyikapi persoalan itu. Kejahatan kemanusiaan tidak akan terbendung selama masih ada urat kebencian dalam diri mereka.
Segelintir golongan yang mengatasnamakan komunitas atau gerakan penggiat NKRI, lantas tak terima dengan perlakuan tersebut, mungkin dengan terpaksa melontarkan kata-kata sara yang menimbulkan demonstrasi yang cukup luar biasa di daerah tinggalnya maupun daerah lainnya. Adapula isu hoax sara yang mengundang mereka, entak benar atau salah yang membuat dirinya terluka sehingga pecah sudah amarah, emosi hingga dilampiaskan dan menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit. Kericuhan pun terjadi dengan dalih alasan kata-kata sara yang membuat diri mereka bergerak untuk menyuarakan aspirasi, meskipun dalam realitasnya aspirasi tersebut dianggap kurang beretika karena merusak fasilitas negara yang justru akan merugikan mereka sendiri. Kecewa tentu ada karena permasalahan yang sebetulnya hanya sepele.
Kegelisahan ini tentu menggoyahkan estabilitas bangsa ini. Terlebih di tengah benteng demonstrasi mahasiswa, menyuarakan aspirasi rakyat di berbagai daerah kian memperkeruh masalah di awal kepemimpinan di level eksekutif dan legislatif.

Kita berharap peristiwa memilukan itu dapat segera mereda dan yang akan datang tidak akan terjadi kembali selama kedewasaan masyarakat kita tetap terjaga. Ada baiknya setaip kesalahan dilakukan secara musyawarah dan terbuka, tidak langsung menghakimi seseorang lantas kegaduhan terjadi. Saya yakin, masyarakat Papua adalah masyarakat yang cerdas, cinta damai, dewasa. Yang berbuat demikian hanya segelintir oknum yang bermain, tentu perihal tersebut dapat menjadi pekerjaan bersama untuk bisa bertabayun, artinya persoalan yang semestinya dapat terselesaikan secara personal dapat dituntaskan.


Read More

Sabtu, 06 Oktober 2018

Kepemimpinan Utsman bin Affan




A.     BIOGRAFI DAN KEPRIBADIAN UTSMAN BIN AFFAN
Utsman bin Affan, merupakan salah satu Khulafaur Rasyidin (sahabat Nabi Muhammad SAW) yang lahir lima tahun setelah Rasulullah lahir, tepatnya 574 M di Thaif. Beliau terlahir dari golongan bani Umayyah, yang memiliki harta yang melimpah. Di balik kekayaannya, beliau dikenal pribadi yang jujur, dermawan, tidak sombong dan sosok yang taat pada Allah SWT.
Utsman masuk Islam saat duduk bersama Abu Bakar. Dalam majelis ini, Abu Bakar mempunyai kesempatan untuk berdakwah tentang Islam. Abu Bakar kemudian mengajak temu dengan Rasulullah, dan menawarkan masuk Islam. Dengan rendah hati tanpa paksaan, Ustman secara resmi masuk Islam.
Dzunnuurain dan Shahibul Hjiratain adalah dua gelar yang disandangnya. Dzunnuurain, berarti orang yang memiliki dua cahaya. Ustman sendiri sangat dekat dengan Rasulullah, maka dinikahkannya putri Rasulullah, Ruqayyah kepada Ustman. Tak lama dari itu, istrinya meninggal. Beliau terus murung, Rasulullah pun meminta Ummu Kultsum untuk dipinangnya.
Sedangkan shahibul hijratain, lebih dikenal pada perjalanan hijrah sebanyak dua kali bersama Rasulullah, yakni Habbasyiah dan Madinah. Hal ini dilakukan seiring dengan desakan tekanan umat Quraisy. Dalam peristiwa Hudaibiyah, Ustman mendapat amanah untuk Abu Sofyan dan memintanya untuk menjelaskan bahwa penduduk Madinah yang ke Mekkah hanya untuk beribadah di sana, bukan untuk mencari perang.
Beliau menjadi sosok tauladan dalam membela Islam, lewat kedermawanannya dengan membantu orang-orang dikala susah atau sedang berjihad. Kepribadian dermawan terbukti dengan pasukan muslim tengah berperang (perang Tabuk) pada musim paceklik. Beliau bersegera untuk menyumbangkan sebagian hartanya seperti kuda, unta, bahan makanan dan sejumlah uang. Adapun rinciannya ada yang menyebutkan 900 ekor unta, 50 ekor kuda, dan 1000 dinar.
Utsman bin Affan juga pernah membeli sumur untuk dipergunakan bagi kaum muslimin senilai 20000 dirham dari tangan Yahudi. Kala itu, ketika hari mendekati siang, Ustman beserta dengan kafilah telah datang dari Syam menuju Madinah dengan membawa gandum, minyak dan kismis diangkut dengan 1000 ekor unta untuk dibagikan kepada umat muslim, khususnya fakir dan miskin hanya karena Allah SWT.
Sungguh luar biasa nilai-nilai daripada kedermawanan Utsman bin Affan. Beliau menganggap bahwa harta bukanlah segala-galanya, semuanya milik Allah, harta hanya titipan, manusia hanya bisa memanfaatkan hartanya untuk kebaikan umat muslim. Harta tidak akan berharga jika tidak diinfakkan dalam kebaikan juga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

B.      KEPEMIMPINAN UTSMAN BIN AFFAN
Pasca meninggalnya Umar bin Khattab, Utsman terpilih sebagai khalifah selanjutnya melalui musyawarah bersama dalam usianya 70 tahun, menjadi khalifah ketiga sekaligus tertua. Masa kepemimpinan Utsman, bisa dipandang meraih kesuksesan besar, seperti halnya dengan khalifah-khalifah sebelumnya atau sesudahnya. Mulai dari membuat mushaf, perluasan wilayah, kebijakan penanganan fitnah yang melanda negeri itu, mengembangkan pertanian, membuat tempat khusus pengadilan, mereshuffle gubernur-gubernur menjadi lebih layak dan mumpuni.
Kala terjadi perbedaan cara baca Al-Quran umat muslim, Utsman bersama sahabat segera membuat mushaf bersama Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Az Zubair, Sa’id bin Al  Ash juga para huffazh (penghapal Al-Quran). Hal ini dilakukan mengingat adanya perselisihan dalam membaca Al-Quran dan dikhawatirkan akan memecah umat Islam, juga adalah kitab Allah.
Masa pemerintahan Utsman juga melakukan perluasan wilayah ke Afrika Utara dan Asia Barat, bahkan Pulau Ciprus. Tentara Islam pun mampu meraih kesuksesan melawan tentara Romawi. Beberapa daerah yang ditaklukan seperti : Armenia, Khurasan, Ciprus, Tharabulus, Tunisia. Dengan di bawah Panglima Muawiyah bin Abu Sufyan berhasil melebarkan sayapnya dan ini juga sebagai realisasi kabar Rasulullah sebelumnya.
Bisa dibilang masa pemerintahan Utsman adalah masa yang penuh dengan keharmonisan. Bentuknya seperti melimpahnya harta benda, keberhasilan perang, bebas merdeka, tidak ada pungli maupun aturan yang mengekang, tetapi di sisi lain ada pihak-pihak yang tidak menyukai Utsman atas keberhasilannya, dan melakukan kedustaan dan fitnah. Salah satunya tokoh Yahudi, Ibnu Sauda Abdullah bin Saba’ melancarkan aksi fitnah diberbagai daerah terhadap keburukan-keburukan pemerintahan Utsman. Hal ini ia lakukan untuk meruntuhkan pemerintahan Utsman dan menghancurkan umat muslim. Namun, Utsman tidak diam saja. Beliau mengambil sikap tegas dalam menghadapi perkara tersebut. Diantaranya :
1.       Mengutus sejumlah sahabat untuk mengadakan pengecekan bersama para gubernur. Para sahabat kembali, mereka menyampaikan pujian-pujian kebaikan dan mendustakan isu dusta yang tersebar
2.       Mengumumkan ke seluruh wilayah pelosok Islam bahwa barang siapa yang mengeluhkan perlakuannya atau perlakuan gubernurnya hendaklah datang pada musim haji dan mengambil haknya dan bertemu beliau secara langsung
3.       Seluruh gubernur dipanggil pada musim haji dan diperiksa dihadapan seluruh umat muslim. Akan tetapi tidak ada seorangpun yang mengadu atau merasa didzalimi
4.       Para tokoh kenegaraan diajak bermusyawarah tentang keberadaan pengacau dan mereka mengusulkan agar menghadapinya dengan tegas dan mematahkan pergerakan mereka. Namun, beliau menolak karena khawatir akan menimpakan kezhaliman terhadap orang lain atau membuka fitnah
Ketika ada segerombolan orang yang berniat jahat untuk menggulingkan bahkan membunuh Utsman, beliau dan para sahabat sudah tahu akan kabar itu. Tetapi, dengan kesabaran beliau tidak membalas dengan hal keji, justru melakukan musyawarah dan berdakwah kepada mereka agar kembali ke jalan yang benar. Namun, secara diam-diam mereka licik dan berencana mengepung kota Madinah dan membunuh Utsman. Tak lama kemudian, benar, kala beliau sedang di rumah dalam keadaan berpuasa dan membaca Al-Quran dibunuh oleh mereka. Utsman meninggal dalam keadaan syahid, dan menjadi contoh tauladan bagi umat muslim dunia.
C.      REFLEKSI KEPEMIMPINAN UTSMAN DENGAN MASA KINI
Kisah sahabat Nabi, Utsman bin Affan bisa menjadi salah satu cermin kepemimpinan masa kini. Utsman yang dikenal sosok penyabar, dermawan, tegas, santun, bijaksana perlu diterapkan mengingat krisis kepemimpinan yang melanda negeri ini. Mengingat para pemimpin sekarang tak lagi memiliki sifat tersebut, justru hanya ingin memperoleh kekuasaan semata bukan untuk kemaslahatan umat manusia.
Kegigihan Utsman dalam menghadapi Yahudi, kelompok-kelompok Quraisy yang bersikukuh untuk menjatuhkan kepemimpinannya, justru ia tetap sabar dan mengambil sikap tegas dan bijaksana, sesuai dengan apa yang diteguhkan Rasulullah SAW. Beliau tetap tegar dan tidak membalas dendam, tetapi memperbaiki segala bentuk yang ada lewat musyawarah bersama. Berbeda dengan konteks saat ini, musyawarah dinilai kurang dan malah ingin saling menjatuhkan satu sama lain.

Read More

Jumat, 27 Maret 2015

Rintihan Perlawanan


Rintik air membasahi bumi Jogjakarta. Kala itu musim penghujan tiba, deras mengguyur tanpa ada belas kasih. Sepintas lalu lalang kendaraan berhenti sejenak untuk menepi. Tak sedikit pula rela menerjang hamparan air, entah karena terdesak atau sekedar bermain-main. Segelintir orang tampak menepikan kendaraanya. Tepat di sudut bangunan tua yang sudah tak terpakai. Salah satu diantaranya tengah sibuk membereskan beberapa kertas lusuh bertuliskan kata-kata. Dengan harapan, kata-kata tersebut kelak mendapat perhatian petinggi untuk merubah keadaan negeri ini. Baginya, kata-kata ini berarti penting, tidak untuk dirinya tetapi juga saudara sebangsanya. Sesekali ia mengepakkan kertas yang basah akibat hujan. Pakaian lusuh yang ia kenakan tak luput untuk sekedar mengeringkan kata-kata sakral bak suara Tuhan.
Sebut saja Rosikin. Meski usia sudah udzhur dan sudah bau tanah, ia tetap terus menggelontorkan semangat hidup. Badannya yang kurus, sandangannya tampak usang dipenuhi bercak coklat. Harap maklum, seharian ini ia berkeliling kota meneriakkan panji-panji revolusi. Sebelum hujan tiba. Dengan wajah pucat, sambil mengusap,  ia terus membayangkan bagaimana kaum tertindas bisa bangkit melawan kebijakan kepentingan. Sedangkan para borjuis bersuka cita menikmati hasil kekayaan dan kekuasaan. Meski orang lain akan menganggap demikian seperti ilusi, tapi tidak baginya ia tetap berpikir dan memilih jalan mengarungi jalan terjal yang sesungguhnya belum tentu mendapat hasil. Bergumamlah ia dalam hatinya, ”Setidaknya aku sudah berjanji untuk menyerahkan sepenuhnya jiwa raga ini untukmu bangsaku. Sekalipun, harus melewati deburan ombak yang ganas ku harus tetap menahan derasan air yang keras.”gumamnya
Selang beberapa waktu, hujan masih tetap mengguyur. Hanya saja, kali ini rintik-rintik masih tetap bersiteguh seakan tak mau hengkang dari wilayah ini. Beberapa diantaranya mulai berani keluar dari sangkar hujan. Sedangkan Rosikin masih sibuk berdebat dalam naungan diri, perlu tidaklah menerjang lautan air. Tentu, jika ia nekat coretan yang telah ia buat dengan jerih payahnya akan kembali terkotori. Belum lagi, pakaian yang ia kenakan hanyalah satu-satunya yang bersih. Bahkan ia selalu terpikir akan rumah. Ingin rasanya segera kembali ke rumah. Desus-desus itu selalu menghantui, apalagi di saat cuaca seperti ini. Tentu, anak istri akan mencari dan sibuk menalangi deretan ember-ember akibat titik-titik lubang dari dinding atap.
Seorang aktivis sekalipun akan berpandangan demikian. Keresahan yang tiada ujung pangkalnya. Masalahnya, pengrobanan mana yang akan dia ambil. Nyawapun bisa menjadi taruhan. Pengorbanan harus dikobarkan tanpa memandang itu penting atau tidak bagi keuntungan pribadi. Begitulah gambaran catatan seorang aktivis masa lalu. Relevankah untuk saat ini? Barangkali, pemandangan tersebut berbeda, acapkali bertolakbelakang.
“Memilih jalan banyak pilihan, menjadi seorang aktivis tidak mudah. Beban moral ada di pundak, meski amanah ini sering diabaikan oleh sebagian besar orang, bahkan untuk mereka kaum terpelajar.”rintihnya dalam hati
 Aktivis terpelajar atau pun bukan, bukan menjadi persoalan. Tanggung jawab tetap ada pada setiap nadi manusia. Menggerakan diri melawan penindasan, kekuasaan, atau kepentingan. Adalah hal utama yang mutlak untuk dikerjakan. Bukan didiamkan. Sungguh beban amanat yang besar, lebih besar dari tanggungjawab perseorangan atau kelompok. Karena menyangkut kemaslahatan umat manusia.
Ia kemudian memberanikan diri berdiri mengayuhkan sepeda tua yang sudah rapuh, tapi tak serapuh dirinya. Jati diri kuat tertanam dalam diri. Berkeliling, hilir mudik ditemani rintik hujan, ia terus berjalan menyuarakan aspirasi. Biarkan hujan ini menjadi saksi bisu akan perjuangan yang dilakoninya. Kembali ia berharap, kelak hujan bisa membawa pesan, membawa kabar baik bagi negeri. Ibarat pesan suci yang harus segera disampaikan kepada leluhur-lelehurnya untuk memperbaiki segala keinginan hamba-Nya.[]
Read More

Kamis, 13 November 2014

Belajar Bahasa Jepang itu Menyenangkan

Berbahasa adalah hal pokok dalam berkomunikasi. Manusia memakai bahasa untuk memudahkan dalam memahami isi pembicaraan. Berbagai bahasa telah diciptakan sesuai dengan geografisnya, tak terkecuali bahasa Jepang. Belajar bahasa tidak harus mengikuti kegiatan lembaga bimbingan atau les privat, kita pun bisa dengan mudah memanfaatkan aplikasi atau pun e-book, bahkan dalam genggaman android kita bisa memilikinya. Asal ada niat dan usaha untuk belajar, insyaAllah akan mempermudah dalam mempelajari bahasa ini.
Yang seringkali menjadi terkendala dalam menggunakan bahasa ini adalah memahami huruf-huruf seperti hiragana maupun katakana, bahkan kanji. Penulis pun merasa demikian, tidak cukup satu jam atau dua jam saja, tetapi harus ada upaya untuk belajar menulis dan menghapalkan. Hiragana biasa dipakai untuk percakapan sehari-hari, sedangkan katakana hanya dipakai apabila menggunakan kata-kata asing atau istilah dalam bahasa kita, bahasa serapan. Kini, banyak aplikasi penyedia layanan untuk membantu dalam menghapal bahasa ini. Jika ingin berkenan bisa download di sini.
Sekarangpun kita juga bisa belajar melalui online. Dengan melalui website milik nhk jepang, kita akan diajarkan dasar-dasar percapakan yang biasa dilakukan orang bekerja. Orang kita pun, tak sedikit, bekerja di negeri sakura memanfaatkan fitur ini membantu dalam berbahasa.
Jika memang kita sudah paham dalam menghapal huruf maupun dasar-dasar berbahasa, memahami kata-kata perlu untuk dilakukan dalam upaya menambah kosakata. Bisa menggunakan semacam kamus atau e-book. Jika berkenan bisa mendownloadnya di sini. Untuk belajar partikel dan contohnya bisa download di sini.
Aplikasi maupun e-book ini penulis ambil dari berbagai sumber. Paling tidak semoga bisa bermanfaat untuk mereka yang ingin belajar bahasa ini.

Selamat mencoba! Ganbatte
Read More

Berpikir Cerdas dengan Tabayyun


Menyampaikan kebenaran bukanlah persoalan tugas da’i atau kyai. Tetapi, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi setiap muslim untuk menyampaikannya. Berkata benar bukan berarti membenarkan tanpa ada landasan yang konkret, tetapi harus memiliki dasar yang kuat sesuai dengan tuntutan yang diajarakan oleh Islam. Rasulullah SAW pun pernah menyampaikan kepada sahabatnya Abu Dzarr bahwa sampaikanlah kebenaran sekalipun itu menyakitkan. Rasulullah SAW bersabda:
Katakanlah kebenaran walau itu pahit.(HR. Baihaqi dan Ibn Hibban)
Seperti halnya Islam sebagai agama yang benar dan satu-satunya agama yang diakui Allah SWT. Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk berkata benar. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam menyampaikan kebenaran tidak luput akan hinaan dan celaan. Justru, itulah yang akan memperkuat kualitas iman demi mempertahankan kebenaran panji-panji Islam. Lantas, tidak ada alasan untuk takut berkata benar, melainkan hanya takutlah kepada Allah. Kebenaran tetap yang mutlak hanya milik-Nya, manusia tidak patut untuk meragukan-Nya. Sebaliknya, menyembunyikan kebenaran untuk kepentingan pribadi atau kelompok duniawi merupakan tindakan tercela yang tidak disukai Allah SWT. Merekalah yang akan mendapatkan azab yang pedih pada hari kiamat nanti dan termasuk orang-orang yang merugi.
Berkaca pada fenomena dinamika masyarakat saat ini, jauh diambang nilai kebenaran. Kebenaran justru dapat dimanipulasi oleh kepentingan kelompok tertentu untuk meraih keuntungan sebagai alat pembenaran. Informasi telah tersebar secara luas, tetapi belum tentu hal itu benar. Hal ini bertolak belakang dengan prinsip ajaran Islam, untuk Itulah islam mengajarkan kepada umatnya untuk bertabayyun atau mengklarifikasi tanpa harus menerimanya begitu saja, apalagi datangnya dari orang fasik. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujarat ayat 6:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu.”


Perlunya sikap tabayyun
Informasi yang didapatkan belum tentu menuai kebenaran, tetapi bukan bermaksud mencurigai. Meneliti kebenaran dari sumber informasi adalah bentuk sikap kehati-hatian, karena jika menyebar akan berakibat pada kesalahpahaman dan dapat memicu perselisihan. Seperti zaman Rasulullah SAW ketika itu mengutus Al Walid untuk mengumpulkan zakat dari Bani Musthaliq. Kemudian Al Walid menyampaikan kepada Rasulullah bahwa mereka tidak mau membayar zakat bahkan mau membunuhnya. Kebenarannya justru Al Walid belum sama sekali ke daerah Bani Musthaliq. Rasulullah SAW tidak langsung mengambil tindakan buruk, tetapi melakukan klarifikasi dengan mengutus Khalid untuk mencari kebenarannya.
Dalam era ini, informasi merupakan pilar pembangunan bangsa. Semestinya informasi bisa menjadi jalan tengah untuk membangun peradaban umat demi kemaslahatan bersama. Salah satunya dengan memanfaatkan media sebagai sarana untuk menyampaikan kebenaran. Nilai kejujuran dan kepentingan umat adalah hal yang harus dipenuhi dengan mengesampingkan etos pribadi. Meminjam istilah Sembilan elemen jurnalistik, jurnalisme dituntut untuk mencari kebenaran. Sebuah berita harus dibuat berdasarkan fakta atau realitas, tetapi tidak sedikit dari mereka yang menuliskan berdasarkan pada fiktif atau keinginan. Pemberitaan media saat ini telah jauh pada tataran aturan yang dikehendaki. Informasi cenderung mengadu domba dan merugikan pihak tertentu. Bagi media hal ini sangat menguntungkan karena mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak, tetapi dampaknya masyarakat menjadi korbannya. Perbedaan pendapat adalah hal wajar, tetapi jika sumber berita telah menyudutkan salah satu pihak belum tentu kebenaran itu muncul dan bisa berakibat fitnah.
Sebagai umat Islam harus bisa berpikir cerdas dalam menanggapi persoalan informasi. Harus memperhatikan aspek-aspek mulai dari melihat sumber informasi, bahasa, kata-kata serta arah tujuan dari tulisan tersebut sehingga tidak mudah terprovokasi apalagi merespon atau mengambil tindakan buruk. Kita harus tahu membedakan mana yang haq dan bathil, mana yang layak untuk diambil dan dihindari sehingga bisa menjadi sinyal menuju jalan yang diridhoi Allah SWT.[]
Read More

Rabu, 12 November 2014

Catatan Terlupa


Entah harus kumulai darimana tulisan ini. Terlalu naif rasanya untuk diungkapkan. Sebaliknya, jika tidak diungkap juga tidak akan mendatangkan jawaban. Satu kata, terlupakan, itulah yang pantas untuk menjawab kegelisahan ini. Lantas, sudah berapa lama telah meninggalkan dunia semu yang telah terlupakan. Jika diperhitungkan memang tidak menyita waktu lama, tetapi bagiku hal ini.telah menjadi persoalan serius. Bukan lagi pada taraf krisis minat, sudah tingkat akut! Waktu memang tidak akan pernah bisa kembali, sekalipun manusia bisa menciptakan mesin waktu tidak akan bermanfaat apapun. Seperti pepatah bilang, menyesal datangnya kemudian. Menyesal datang bukan karena tak ada sebab musabab, ada hal tertentu yang mendongkrak diri entah itu memang murni hidayah atau keinginan sesaat.
Dinamika kehidupan memang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Manusia kadang lupa kadang ingat adalah hal yang wajar. Kenikmatan lain bisa jadi, menjadi faktor yang dominan untuk melupakan hal yang telah lalu. Hidup tidak ada yang dinamis, kadang menuruti keinginan kadang tidak. Jalan terjal memang selalu ada, dan itulah kemudian berwujud tantangan yang harus dipenuhi. Tinggal, langkah mana yang mau ditempuh, pilihan akan menentukan arah hidup. Hanya bisa mengisi kehidupan semu dunia, pilihan tetap menjadi masalah utama untuk terus hidup.
Menyesali hal yang telah lalu memang menyakitkan. Mengembalikan hasrat semangat kisah lalu memang tidak mudah dilakukan, semua itu butuh proses ! Tidak ada yang instan, kecuali ingin mengakhiri hidup. Momentum sejarah hanya bisa menjadi cerminan, tidak akan bisa mengembalikan ilmu atau akal. Perlu ada semacam penataan atau revitalisasi untuk menjamin perubahan baru. Entah itu akan menjadi sesuatu yang berkemajuan atau justru kemunduran. Tentu, menuju berkemajuan adalah impian, kemunduran akan menjadi pukulan keras untuk segera menuntut dirinya mengembalikan hasrat jati diri.
Tidak akan ada perubahan tanpa sikap realistis. Semua hanya akan menjadi keinginan semu yang tak memiliki nilai. Lakukan, lakukan, lakukan. Kalau perlu memang harus dipaksa sekalipun harus memulainya dari awal. Itulah yang menjadi landasan penulis mengubah nama blog ini menjadi catatan semu, bukan karena tanpa filosofi karena memang keadaan yang melakukannya. Biarlah memori kemarin menjadi anugerah yang tidak terlupakan, hanya satu yang kupinta, memulai kembali merajut benang yang telah putus. Menulis tidak terikat waktu, muda atau tua, mampu atau tidak, maupun berbobot atau ringan. Sudah bisa menata kembali dan punya ikhtikad baik untuk memulai setidaknya menjadi secercah harapan untuk memandu ke arah yang dituju. Semoga bukan hanya hasrat sesaat tetapi bisa berkelanjutan. Semoga saja.

Read More

Kamis, 21 November 2013

Dataprint, Peduli Pada Negeri

       
 Sebagai bentuk kepeduliaan terhadap dunia pendidikan nasional, dataprint untuk ketiga kalinya hadir kembali memberikan beasiswa kepada 500 pelajar dan mahasiswa, terkhusus pada pengguna setia dataprint. Dari total beasiswa yang digelintirkan ratusan juta rupiah merupakan bentuk aksi nyata bahwa dataprint ikut serta berkontribusi dalam pendidikan bangsa. Terlebih saat ini biaya pendidikan yang tidak lagi murah, melalui beasiswa ini setidaknya mampu membantu para pelajar ataupun mahasiswa dalam biaya pendidikan.

Beasiswa datarpint terbagimenjadi 2 periode, yakni: 
Periode I dilaksanakan pada 1 Febriari-30 Juni
Peridoe II dilaksanakan pada 1 Juli-31 Desember
Perincian pemenang bisa ditengok dalam tabel berikut

PERIODEJUMLAH PENERIMA DANA BEASISWA
@ Rp 1.000.000@ Rp 500.000@ Rp 250.000
Periode I50 orang50 orang150 orang
Periode II50 orang50 orang150 orang

          Untuk mendapatkan beasiswa ini cukup mendaftarakan diri melalui website dataprint. Selain itu, peserta harus mengirimkan essay disertai dengan kode kupon yang tertera dalam produk dataprint. 

Lebih jelasnya, bisa cek persyaratan di bawah ini:
Persyaratan Umum:
1. Pelajar/mahasiswa aktif dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi untuk jenjang D3/S1
2. Terlibat aktif di kegiatan atau organisasi sekolah/perguruan tinggi
3. Tidak terlibat narkoba atau pernah melakukan tindak kriminal
4. Tidak sedang menerima beasiswa dari perusahaan lain. Jika saat ini peserta masih menerima beasiswa
dari kampus, peserta berhak mengikuti pendaftaran beasiswa dari DataPrint.
5. Penerima beasiswa di periode 2 tahun 2012 tidak dapat menjadi penerima beasiswa di periode 1 tahun
2013.
Peraturan Lomba :
1. Mengisi formulir registrasi di kolom Pendaftaran
2. Satu nomor kupon yang terdapat di dalam produk DataPrint, hanya berlaku untuk satu kali registrasi
3. Pendaftaran tidak dipungut biaya
4. Isilah formulir dengan sebenar-benarnya.
5. Kolom NAMA, diisi dengan nama lengkap
6. Kolom KODE KUPON, diisi dengan kode yang tertera pada bagian belakang kupon yang ada di dalam
produk DataPrint
7. Kolom EMAIL, diisi dengan email aktif yang masih berlaku
8. Kolom NO TELPON, diisi dengan no HP atau no telpon rumah yang masih aktif dan bisa dihubungi
9. Kolom JENJANG PENDIDIKAN, diisi dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh saat ini.
Contoh: SMA, D3, S1
10. Kolom NAMA PERGURUAN TINGGI/SEKOLAH, diisi dengan nama sekolah/perguruan tinggi tempat
kamu menuntut ilmu.
11. Kolom PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH, diisi dengan prestasi dari kompetisi yang pernah diikuti.
12. kolom KEGIATAN YANG PERNAH/SEDANG DIIKUTI, diisi dengan penjabaran partisipasi pendaftar
beasiswa DataPrint di unit kegiatan pada lingkungan belajar, lingkungan rumah dan acara-acara khusus
(seminar, dll).
Aktivitas berupa kuliah atau belajar di sekolah, tidak termasuk prestasi.
13. Kolom LAMA MENGGUNAKAN DATAPRINT, diisi dengan waktu penggunaan produk DataPrint
14. Kolom MENGETAHUI INFORMASI BEASISWA, diisi dengan narasumber awal yang memberitahu
mengenai program beasiwa pendidikan DataPrint
15. Kolom NILAI RAPORT (BAGI PELAJAR dan MAHASISWA BARU), diisi dengan total nilai secara
keseluruhan beserta jumlah mata pelajaran pada semester terakhir. Ingat, kolom ini hanya diisi oleh
pelajar atau mahasiswa baru yang belum mempunyai IP.
Contoh: 98 dari 7 mata pelajaran
16. Kolom IPK TERAKHIR (BAGI MAHASIWA), diisi dengan nilai IPK atau jika belum memiliki IPK boleh
diisi dengan nilai IP semester terakhir. Tuliskan juga semester yang sedang ditempuh. Ingat, kolom ini
hanya diisi oleh mahasiswa, bukan pelajar.
17. Kolom URL BLOG, diisi dengan copy URL blog kamu yang memuat informasi mengenai beasiswa
DataPrint. Isi kolom ini jika kamu memiliki blog. Pengisian pada kolom ini akan menambah 1-3 poin pada
penilaian.
18. Kolom ESSAY, diisi dengan karya tulis/essay berisi hasil pemikiran kamu sendiri sesuai dengan tema11/21/13 Peraturan »
beasiswadataprint.com/?page_id=2 2/2
yang telah ditentukan. Panjang penulisan minimal 100 kata, maksimal 500 kata. Tema akan berubah
setiap periode.
Dilarang mengcopy paste tulisan orang lain. Jika bermaksud untuk menyadur atau mengutip tulisan orang
lain, tuliskan juga sumbernya.

Mudah bukan?Tidak hanya itu saja, ada juga bisa berkesempatan untuk1000 tabelt yang diundi 3 kali dalam setahun, khususnya kepada para pelanggan setia maupun para pemilik toko penjual produk dataprint.



Read More

Jumat, 10 Mei 2013

Mengenal Pajak PKP


Dalam kesempatan kali ini, kami ditugaskan kembali untuk meninjau dan mencari informasi tentang proses perpajakan dalam bidang usaha perseorangan. Atau dalam dunia perpajakan disebut sebagai wajib pajak orang pribadi (WPOP). Secara struktural, pajak perseorangan ini masuk dalam daftar Pengusaha Kena Pajak (PKP), yakni pengusaha wajib membayar pajak sesuai dengan Perundang-Undangan tahun 1984 serta perubahannya. PKP sendiri terbagi menjadi 2, wajib pajak untuk badan usaha dan orang pribadi.
Lalu, pengusaha bagaimana yang wajib untuk membayar pajak? Ya, pengusaha yang diwajibkan untuk membayar pajak ialah mereka yang memiliki omset sebesar 600 juta/tahunnya, jika kurang dari itu, maka pengusaha tidak diwajibkan kena pajak, terkecuali jika pengusaha secara sadar dan sukarela ingin mengikutkan usahanya untuk membayar pajak (tidak wajib). Bagi usaha yang telah melampaui omset segitu, maka dikenakan Pajak Pertambahan Nilai, sedang dibawahnya dikenakan pajak penghasilan. Adapun untuk ukuran PPN sebesar 10 % dari biaya penjualan. Semisal barangnya harganya 25.000.000,-, maka untuk PPN nya sebesar 2.500.000,-Sedangkan untuk omset di atas 600jtan (biasanya untuk badan usaha) dikenakan pajak sebesar 12,5%, jika tergolong barang mewah dikenakan juga pajak khusus barang mewah. Untuk PPN sendiri biasa dipakai untuk mereka yang ada di industri.

Untuk PPh sendiri, bagi mereka kurang dari 600juta, hanya dikenakan pajak sebesar 0,75% dari omset setiap bulannya.

Syarat untuk pengajuan PKP :
1.      FC NPWP Perusahaan dan Direkturnya
2.      FC SIUP (surat izin pendirian usaha)/akte pendirian usaha
3.      Dokumentasi tempat usaha
4.      Denah/Lokasi Usaha
Untuk pembayarannya, melalui via transfer bank, kemudian mengisi surat setoran pajak (SST), dalam kolom kode akun disesuaikan dengan jenis pajaknya di kantor pajak setempat disertai dengan bukti transfer dan pembubuhan tanda tangan. Adapun untuk mekanisme pembayaran dibayar dalam setiap bulannya pada akhir bulan.

Contoh :
Perusahaan Bakpia Pakel pada bulan Januari 2013 memiliki omset sebesar 200jt. Perusahaan Bakpia sendiri, merupakan dari usaha perseorangan (pengusaha kecil). Tapi kemudian, dua tahun kemudian omset melambung tinggi dan terus berkembang hingga mencapai 800jt/tahun. Nah, karena sudah melebihi 600jt, maka pengusaha ini dikenakan pajak PPN. Dalam hal ini, pengusaha bakpia wajib untuk memungut, menyetorkan dan melaporkan hasil usahanya pada kantor pajak yang bersangkutan.
Sebuah usaha pastinya ia memasok bahan bakunya dari orang lain. Sebagai contoh perusahaan bakpia tadi membeli bahan-bahan di perusahaan A sebesar 5jt, kemudian dijual dengan harga 12,5jt, maka :
Perusahaan A menerbitkan faktur atas penjualannya ke perusahaan bakia tadi sebesar 500rb
a.      Bagi perusahaan A faktur pajak ini merupakan faktur pajak keluaran
b.      Bagi perusahaan bakpia faktur ini merupakan faktur pajak masukan
Perusahaan Bakpia menerbitkan faktur ke konsumen sebesar 1,25jt
a.      Bagi perusahaan bakpia faktur ini termasuk pajak keluaran
b.      Bagi konsumen, faktur ini termasuk pajak masukan
Kemudian perusahaan bakpia wajib membayar PPN dan disetorkan
PK=500rb, PM=1,25jt
Sehingga masih harus nyetor lagi 750rb (disetor ke bank)

Sangsi :
Bila telat bayar dikenakan bunga sebesar 2%/bulannya, dan apabila saat diperiksa tidak sesuai dengan hasilnya, maka maka akan dicabut. Dan besarnya pajak tersebut tidak bisa dijadikan kredit pajak, justru malah disuruh bayar lagi 750rb+sangsi perpajakan. Belum lagi, pengusaha akan dikenakan sangsi secara hukum jika terbukti ada pemalsuan dokumen faktur pajak.
Read More

Menyimak Sejenak Buya Syafii Maarif


Catatan Singkat Biografi
Ahmad Syafii Maarif atau lebih akrab disapa Pi’I (nama sapaan waktu kecil) lahir di Sumpurkudus, Sijunjung, Sumatra Barat. Beliau lahir pada 31 Mei 1935 (saat ini berusia mendekati 78 tahun). Ayahnya bernama Ma’rifah Rauf ialah ketua suku Melayu, sedang ibunya Fathiyah meninggalkan Pi’I saat masih usia 1,5 tahun karena meninggal. Ayahnya kemudian menitipkan pada bibinya, Bainah yang selalu mencintai dan merawat layaknya putranya sendiri.
Pi’I termasuk anak yang cerdas dan berbakat. Ketika mengeyam pendidikan di Sekolah Rakyat Sumpur Kudus, beliau mampu menuntaskan sekolahnya hanya dengan lima tahun saja. Beliau juga berbakat dalam silat, bahkan pandai berpidato saat masih usia muda. Setiap malam, beliau belajar mengaji dan silat di Surau bersama gurunya. Hingga suatu hari, gurunya meninggal beliau tetap terus giat berlatih dan berkeinginan untuk sekolah di Muhammadiyah. Hingga pada suatu saat, beliau merantau ke Pulau Jawa untuk melanjutkan sekolah, seperti impiannya belajar di Sekolah Muallimin Muhammadiyah, tepatnya di Yogyakarta, hingga menempuh pendidikan di luar negeri AS.
Menginjak usianya yang tak muda lagi, beliau tetap terus giat berkarya dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang biasa beliau lontarkan lewat kolom-kolom koran dan buku. Beragam tulisannya yang nylentik, merefleksikan kita untuk terus berjuang melawan penjajahan baru, yakni penjajahan para penguasa politis yang tak lagi etis.

Pendidikan
1.      Madrasah Ibtidayah (Sekolah Rakyat) Sumpurkudus tahun 1947
2.      Madrasah Muallimin Lintau Sumbar tahun 1950
3.      Madrasah Muallimin di Yogyakarta tahun 1956
4.      Universitas Cokroaminoto Surakarta tahun 1964
5.      IKIP (UNY) tahun 1968
6.      Departemen Sejarah Ohio University di AS tahun 1982
7.      Universitas Chicago di AS tahun 1993

Karir
1.      Guru Besar UNY
2.      Anggota Dewan Pertimbangan Agung
3.      Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2000-2005
4.      Kolumnis dan Pemakalah Seminar

Penghargaan
1.      HamengkuBuwono (2004)
2.      Magsaysay Award (2008)
3.      Bacharuddin Jusuf Habibie Awar (2010)
4.      Tokoh Perbukuan Islam (2011)
5.      MIPI Award (2011)
6.      Lifetime Achievement Soegeng Sarjadi Award on God Governance (2011)
7.      Amerika International Film Festival “Si Anak Kampoeng” (2012)
Pemikiran dan Sumbangsih bagi Negara
Ahmad Syafii Maarif merupakan tokoh yang giat dalam menjunjung nila-nilai toleransi terhadap umat beragama. Beliau sangat menentang adanya rasisme karena dianggap mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini. Berbagai pemikirannya telah terbukti membuahkan hasil, bisa dilihat dari berbagai penghargaan terkait perjuangan hubungan yang harmonis antar agama, etnis, dsb.
Beliau juga gencar melakukan kritik terhadap keadilan dan kepemimpinan negeri ini yang mulai bobrok, karena keadilan, politik sudah tak lagi berpihak pada rakyat, melainkan hanya demi kepentingan pribadi dan golongan. Politik bukan lagi menjadi alat penyalur aspirasi rakyat, tetapi lebih pada mencari uang. Kegelisahan-kegelisahannya, lebih banyak beliau tuangkan dalam bentuk-bentuk tulisan hingga buku, salah satunya ialah menggugah nurani bangsa, bentuk keprihatinan beliau terhadap sikap rasisme di negeri ini, politisi liar, kritik terhadap golongan cendekiawan yang kian memburuk hingga langkah harapan gerakan Muhammadiyah dalam mencerahkan arah bangsa ini.
Berbagai jenis tulisan pernah beliau lontarkan lewat buku maupun kolom-kolom opini di koran, misalkan saja Geraan Komunis di Vietnam, Aspirasi Umat Islam Indonesia, Menggugah Nurani Bangsa, Titik-titik kisar Perjalananku, Tuhan Menyapa Kita, Duta Islam untuk Dunia Modern, Islam dan Masalah Kenegaraan, Dinamika Islam dsb.
Kelebihan dan kekurangan Pak Syafii Maarif :
Walaupun sudah menginjak usia yang tak lagi muda, beliau masih tetap gencar melakukan kritik baik di buku maupun media, mengindikasikan bahwa usia tak menggerus semangat beliau untuk terus membangun dan menyumbangkan pemikiran yang baik untuk kelangsungan kehidupan bangsa dan negara ini. Mengingat masih banyaknya permasalahan negeri ini yang harus dituntaskan, baik dari para pemimpinnya, politik, perkembangan arus globalisasi, budaya rasisme oleh agama hingga melontarkan berbagai tawaran solusi dalam mengatasi masalah negara yang kian mengkhawatirkan.
Terkadang beliau juga mengkritik terhadap negara dengan cercaan yang cukup keras dan nylentik. Walaupun beberapa karya buku cukup bagus, tetapi juga memiliki kelemahan bahkan ad isu bahwa buku beliau kurang layak untuk menerima penghargaan, di samping masih banyak buku lain yang lebih unggul dan cermat dalam penulisannya. 
Read More